Apa itu Desa Berkelanjutan?
Desa berkelanjutan merupakan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang diterapkan pada tingkat desa dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Menurut World Commission on Environment and Development (1987), pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan sumber daya di masa mendatang. Sejalan dengan itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mendefinisikan desa berkelanjutan sebagai upaya terpadu pembangunan desa untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, pemerataan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan desa yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, pembangunan desa menurut Robert Chambers menekankan pendekatan yang berpusat pada Masyarakat, bersifat partisipatif dan tanggap terhadap kebutuhan Masyarakat desa (Chambers, 1997). Dengan demikian, konsep desa berkelanjutan dapat disimpulkan sebagai sistem pembangunan desa yang meliputi pembangunan berbasis partisipasi Masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal secara bijak dan penyelarasan pertumbuhan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara merata.
Bagaimana CSR berperan dalam Membangun Desa Berkelanjutan?
Corporate Social Responsibility (CSR) dalam konteks desa berkelanjutan mendorong pembangunan desa melalui peran BUMDes dan Masyarakat lokal. Peran BUMDes dan Masyarakat lokal di sini dinilai krusial karena menjalankan perannya masing-masing sebagai mitra CSR. BUMDes adalah lembaga ekonomi desa yang menjadi penghubung antara program CSR Perusahaan dengan kebutuhan Masyarakat. BUMDes sebagai mitra strategis penghubung CSR Perusahaan memiliki legitimasi lokal sebagai lembaga penyedia kebutuhan dasar Masyarakat. Selain itu, BUMDes memahami kondisi sosial dan ekonomi desa sehingga program CSR menjadi tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Sebagai lembaga penggerak pembangunan desa, Bumdes berperan dalam peningkatan ekonomi dan menghubungkan tujuan sosial. Keberhasilan Bumdes ditentukan dengan kemampuan kelembagaan secara operasional, adaptif terhadap kebutuhan pasar serta mampu menjawab kebutuhan Masyarakat desa.
Beberapa contoh nyata kesuksesan Bumdes antara lain, BUMDes Tirta Mandiri di Klaten Jawa Tengah yang dikenal paling sukses di Indonesia. BUMDes tersebut mengelola sumber mata air desa yang merambah pada sektor wisata, perdagangan dan jasa yang mampu menghasilkan peningkatan APBD desa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekitar secara kolektif. Tidak hanya itu, peran lain juga dilakukan BUMDes Karya Mandiri di Pujon Kidul Kabupaten Malang yang mengembangkan wisata desa terintegrasi dengan pertanian dan peternakan Masyarakat. Keberhasilannya menciptakan efek berantai bagi warga melalui homestay, kuliner, jasa wisata dan usaha pertanian. Selain itu, usaha tersebut mampu mendongkrak Pendapatan asli desa (PADes) secara drastis.
Di Bali, Bumdes Lestari yang berada di Desa Kutuh juga melahirkan kisah sukses yang menyita perhatian Masyarakat melalui pengelolaan Pantai Pandawa sebagai salah satu destinasi ikonik unggulan. Hasil dari pendapatan tersebut dikelola desa untuk mendukung pelayanan dan pembangunan desa, seperti infrastruktur desa, program pendidikan, dan penyediaan layanan kesehatan masyarakat, sehingga secara fungsional, peran Bumdes mampu menjadi katalisator pembangunan desa secara menyeluruh.
Sedangkan peran Masyarakat lokal dalam konteks pembangunan tidak sebatas berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi aktor utama dalam pembangunan. Masyarakat lokal disini menjalankan perannya dalam berbagai komunitas Masyarakat, antara lain keterlibatannya dalam perencanaan partisipatif dalam musyawarah desa, sebagai pelaksana Program yang menjadi tenaga kerja maupun pengelolanya. (Kemendesa PDTT, 2020). Dengan demikian, keterlibatan aktif Masyarakat lokal dalam kolaborasi program CSR dapat menciptakan arah keberlanjutan karena memiliki rasa memiliki (sense of ownership).
Melihat Desa Berdaya dari Program CSR di Indonesia
Program Desa Berdaya melalui CSR bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup Masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan. Program-Program CSR yang ditujukan untuk meningkatkan pembangunan desa merupakan salah satu contoh keberhasilan nyata dari pemberdayaan desa berbasis CSR. Program-program ini biasanya difokuskan pada peningkatan kualitas hidup Masyarakat melalui pendekatan terintegrasi. Berikut beberapa contoh desa berdaya hasil dari implementasi Program CSR dalam ranah pembangunan di level desa.
1. Desa Berdaya Kopi Sinjai di Sulawesi Selatan
Inisiasi kolaborasi Program CSR antara PT PLN (Persero) dan Dompet Dhuafa yang fokus pada pengembangan komoditas kopi arabika lokal. Program ini mengintegrasikan penguatan kapasitas pada aspek ekonomi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan praktik pertanian berkelanjutan berbasis lingkungan dengan pelibatan partisipatif. Sinergi multipihak ini menghasilkan peningkatan pendapatan masyarakat, memperkuat kelembagaan desa dan menjadikan kopi sebagai komoditas utama penggerak perekonomian lokal. Keberhasilan tersebut telah meraih penghargaan nasional predikat Silver dalam CSR & PDB Award 2025 sebagai salah satu contoh pembangunan desa berkelanjutan berbasis potensi lokal
2. Program Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG)
Program CSR dari PT Petrokimia Gresik yang berfokus pada pengembangan desa berbasis pertanian berkelanjutan melalui penerapan konsep smart farming dan eco-farming, yaitu integrasi teknologi pertanian, efisiensi produksi, dan pengelolaan lingkungan secara berkesinambungan. Pendekatan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem desa. Dampak positif dari Program tersebut mengantarkan PT Petrokimia Gresik meraih penghargaan tertinggi (Gold) dalam CSR & PDB Award 2025 sebagai salah satu desa berdaya inspiratif.
3. Desa Wisata Nglanggeran
Salah satu contoh desa berkelanjutan di Indonesia yang memperoleh penghargaan di kancah internasional dikembangkan melalui dukungan CSR PT Pertamina (Persero) melalui pendekatan pariwisata berbasis Masyarakat. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berhasil mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wisata, produk lokal (kakao), dan konservasi kawasan Gunung Api Purba. Keberhasilan tersebut dibuktikan dalam pengakuan penghargaan internasional dari United Nations World Tourism Organization sebagai warisan desa wisata terbaik dunia (UNWTO, 2021).
Keberhasilan desa-desa berdaya dari Program-program CSR telah menunjukkan bukti bagi masa depan pembangunan Indonesia. Pembangunan yang dimulai dari desa baik yang dikelola secara langsung oleh pemerintah, perusahaan, maupun lembaga masyarakat mengambil peran aktif dalam menciptakan inisiatif berkelanjutan dalam ranahnya masing-masing. Konsep desa berkelanjutan menuntut keseimbangan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan yang dijalankan secara partisipatif dan berbasis kearifan lokal. Sebagai katalisator pembangunan desa, CSR menunjukkan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak dalam meningkatkan kesejahteraan, menguatkan kelembagaan dan memperhatikan keberlanjutan ekosistem lingkungan. Dorong kolaborasi inklusif, dukung CSR berdampak untuk mewujudkan desa mandiri dan berkelanjutan.
Referensi
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. London: Intermediate Technology Publications.
Desa Nusantara. (2025, October 2). Desa kopi Sinjai raih predikat silver di CSR & PDB Award 2025.https://desa.nu/2025/10/02/desa-kopi-sinjai-raih-predikat-silver-di-csr-pdb-award-2025
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2020). SDGs desa: Percepatan pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan. Jakarta: Kemendesa PDTT.
PT Petrokimia Gresik. (2025, October 6). Dorong pengembangan desa berkelanjutan, Petrokimia Gresik raih dua penghargaan di ajang CSR & PDB Award 2025. Diakses dari https://petrokimia-gresik.com/news/ dorong-pengembangan-desa-berkelanjutan-petrokimia-gresik-raih-dua-penghargaan-di-ajang-csr-pdb-award-2025
United Nations World Tourism Organization. (2021). Best Tourism Villages by UNWTO 2021. UNWTO.
World Commission on Environment and Development. (1987). Our common future. Oxford University Press.